Kebiasaan Mengemudi yang Diam-Diam Membebani Suspensi Mobil

icon 27 February 2026
icon Admin

Setiap orang memiliki gaya berkendaranya masing-masing. Namun tentunya tidak semua baik untuk kondisi suspensi mobil. 

Mungkin tanpa Anda sadari beberapa gaya berkendara Anda justru membebani suspensi mobil. Apa saja kebiasaan mengemudi yang bisa berpengaruh terhadap suspensi mobil?

Cara Mengemudi yang Membahayakan Suspensi Mobil 

Silakan perhatikan beberapa informasi berikut. Jika salah satu cara mengemudi ini pernah Anda lakukan maka sebaiknya hentikan agar kinerja suspensi mobil tetap berjalan dengan baik:

  1. Menginjak Rem Mobil Secara Berlebihan 

Untuk menghentikan mobil memang memerlukan rem mobil. Namun jika Anda menggunakannya secara terus menerus, apalagi saat mesin sedang hidup maka bantalan rem bisa mengalami keausan. 

Jangan sampai Anda membiarkannya, karena lama kelamaan daya pengereman bisa berkurang bahkan lebih parahnya rem blong. 

  1. Membawa Beban Terlalu Berlebihan

Setiap mobil memiliki batas maksimal berat yang bisa diangkut. Membawa barang dengan berat yang berlebihan dapat menyebabkan suspensi mobil, shockbreaker, dan per bekerja melebihi yang seharusnya. 

Dampak jangka panjang dari kebiasaan ini menyebabkan suspensi mobil cepat turun dan bushing pun pecah. 

Efek yang bisa Anda rasakan dari kondisi tersebut adalah bagian belakang mobil yang terlalu rendah, gerak mobil tidak seimbang atau kaku, dan ban mobil cepat aus. 

  1. Menghantam Polisi Tidur 

Berkendara dengan kecepatan tinggi dan menghantam polisi tidur bisa menyebabkan bagian belakang dan depan mobil mengalami kerusakan. Selain itu sisi bawah dan knalpot pun terpengaruh. 

Kendaraan Anda akan berbenturan keras dan jika dilakukan berulang kali, maka tekanan sistem peredam kejut Anda akan terpengaruh. 

  1. Tidak Sering Menggunakan Rem Parkir 

Ketika sedang parkir, di lampu merah, dan berhenti karena macet  maka menjadi penting untuk mengaktifkan rem parkir. 

Namun banyak pengendara yang abai mengaktifkan komponen tersebut. Entah karena ribet, lupa, atau ada alasan lainnya. 

Akibatnya suspensi mobil pun cepat aus bahkan mengalami kerusakan. Bagaimana bisa? Penggunaan rem parkir yang bertujuan agar tekanan rata dan roda terkunci dengan baik malah tidak digunakan. 

Selain guncangan dan hentakan, tekanan yang tidak rata dan roda yang tidak mengunci secara baik bisa menyebabkan suspensi mobil Anda rusak. 

  1. Mengabaikan Ban Mobil yang Sudah Aus 

Kebiasaan ini bisa menyebabkan sistem suspensi mobil tidak terawat sehingga kestabilan, ketahanan, dan kenyamanan berkendara menjadi bermasalah. 

Suspensi mobil yang bermasalah bisa mempercepat terjadinya keausan pada sistem kemudi mobil Anda. Apabila Anda biarkan maka komponen lain bisa rusak dan performa mobilnya menurun. 

  1. Belok dengan Kecepatan Tinggi 

Ketika Anda membelok di area yang tajam secara cepat, maka gaya lateral yang terbentuk perlu ditahan oleh tie rod, ball joint, dan stabilizer bar. 

Saat manuver yang tajam Anda lakukan berulang kali, maka komponen tersebut bisa lelah. Akhirnya muncul kerusakan yang ditandai dengan munculnya bunyi ketukan saat Anda berbelok, setir yang berat, dan mobil tidak stabil saat di tikungan. 

  1. Melewati Jalan Bergelombang dengan Kecepatan Tinggi 

Jalan yang Anda kira mulus bisa jadi memiliki gelombang yang halus. Saat mobil Anda melewati kondisi jalan seperti itu dengan laju cepat, suspensi mobil akan bekerja secara ekstra. 

Kondisi tersebut menyebabkan stabilizer link lemah, bushing pecah, dan daya redam shockbreaker hilang. 

Mobil pun melompat ketika sedang melaju dengan kecepatan tinggi, limbung ketika berbelok, dan muncul suara gesekan. 

Berkendara dengan bijak sangat penting untuk dilakukan. Baik demi keselamatan Anda, pengendara lain, hingga suspensi mobil Anda. Dapatkan berbagai tips berkendara lainnya hanya di http://kalsel.mitrasuzuki.com